Mencari tempat makan yang seru di sekitar kampus Universitas Indonesia (UI) Depok bukan sekadar soal isi perut. Buat mahasiswa, karyawan kampus, bahkan warga sekitar, rumah makan bisa jadi tempat recharge energi, brainstorming tugas bareng, atau bahkan healing tipis-tipis tanpa harus jauh-jauh dari kampus. Apalagi kalau rumah makannya punya konsep unik—nggak cuma soal rasa, tapi juga suasana dan pengalaman yang ditawarkan. Di tengah padatnya aktivitas akademik, tempat-tempat makan seperti ini jadi oasis kecil yang menyenangkan.
Depok menurut rajamangan.id memang dikenal sebagai kota mahasiswa. Selain UI, ada juga kampus-kampus lain yang bikin daerah ini hidup 24 jam. Maka nggak heran kalau kuliner di sekitar sini berkembang pesat. Tapi dari sekian banyak warung dan kafe, hanya segelintir yang benar-benar punya “karakter”—yang bikin kita pengen balik lagi bukan cuma karena enaknya makanan, tapi karena atmosfernya beda dan berkesan. Itulah yang akan kita bahas kali ini: rumah makan unik dekat kampus UI Depok yang layak masuk bucket list mahasiswa maupun warga sekitar.
Rumah Makan Sekitar Kampus UI
Artikel ini akan mengulas beberapa rumah makan unik yang menonjol karena tema tempatnya, cara penyajian makanan, hingga nuansa kekeluargaannya. Bukan sekadar daftar rekomendasi biasa, tapi dengan sudut pandang kenapa tempat-tempat ini menonjol dan cocok banget buat anak kampus yang butuh tempat nyaman tanpa bikin kantong jebol.
1. Warung Orange: Nuansa Tropis ala Bali di Tengah Depok
Terletak nggak jauh dari gerbang Kukel UI, Warung Orange menonjolkan suasana tropis yang mirip-mirip vibes Bali. Dinding berwarna cerah, meja kayu rustic, serta banyak tanaman hijau bikin suasana adem banget. Tempat ini cocok buat yang ingin makan sambil “escape” sebentar dari hiruk-pikuk kampus.
Menunya juga unik, kombinasi makanan nusantara dengan sentuhan Western. Nasi goreng kecombrang dan chicken katsu sambal matah jadi dua menu favorit yang sering dipesan. Harganya pun masih ramah mahasiswa—sekitar Rp25.000–35.000 per porsi. Yang menarik, Warung Orange juga sering jadi tempat nongkrong kreatif: dari rapat komunitas sampai pameran kecil-kecilan.
Secara konsep, Warung Orange menjawab kebutuhan anak muda yang butuh suasana rileks, menu kekinian, dan ruang buat aktualisasi diri. Di tengah tekanan tugas kuliah, tempat ini jadi semacam “ruang antara” buat napas sebentar dan kembali semangat.
2. Soto Bu Tjondro: Gaya Jawa Tengah, Nuansa Etnik
Kalau kamu suka suasana makan yang lebih klasik dan berbudaya, Soto Bu Tjondro adalah pilihan jempolan. Lokasinya masih dalam jangkauan motoran dari UI, tepatnya di Jalan Siliwangi, dan menawarkan sajian khas Jawa Tengah dengan gaya penyajian tradisional: mulai dari tampilan meja rotan, atap limasan, sampai alunan gamelan yang bikin suasana makin syahdu.
Soto Kudus dan Rawon jadi menu andalan. Tapi yang bikin tempat ini beda bukan cuma makanannya, melainkan experience-nya. Cocok banget buat mahasiswa rantau dari Jawa yang kangen suasana kampung. Harganya sedikit di atas rata-rata warung biasa, tapi masih aman: kisaran Rp35.000–45.000 dengan porsi cukup besar dan rasa otentik.
Dari segi branding, Soto Bu Tjondro berhasil mengangkat kearifan lokal jadi pengalaman kuliner. Tempat ini ngasih ruang bagi pengunjung untuk “pulang ke akar,” meski hanya lewat semangkuk soto hangat.
3. Kongkow Cafe: Kafe Ramah Mahasiswa, Bisa Ngobrol Sampai Malam
Kongkow Cafe jadi langganan banyak mahasiswa UI karena jam bukanya panjang (bahkan sampai lewat tengah malam). Cocok banget buat yang suka diskusi sambil ngopi, ngerjain tugas kelompok, atau sekadar butuh tempat ngadem habis kelas malam. Interiornya semi-industrial dengan lighting temaram yang pas buat ngobrol santai.
Uniknya, Kongkow menggabungkan konsep makanan berat dan camilan dalam satu tempat. Jadi kamu bisa pesan mie tek-tek homemade sekaligus banana cheese waffle. Harganya? Sangat mahasiswa—sekitar Rp20.000–30.000 per menu. Plus, tersedia colokan dan WiFi yang lumayan kencang, jadi tempat ini juga sering dijadikan “kantor dadakan”.
Yang bikin Kongkow beda adalah fleksibilitasnya: nyaman untuk kerja, enak buat makan, dan aman buat nongkrong lama-lama. Di saat banyak kafe mulai eksklusif dan mahal, Kongkow tetap membumi dan inklusif.
4. Taman Kuliner Kukusan: Street Food, Tapi Estetik
Taman Kuliner Kukusan bukan rumah makan dalam arti tunggal, tapi kumpulan kios makanan yang dikurasi dengan rapi dan modern. Tempat ini jadi semacam food court semi outdoor dengan pilihan kuliner lokal dan fusion yang lengkap, dari seblak, ramen, ayam geprek, sampai burger lokal. Tempat duduknya tertata apik, ada area rumput sintetis, dan dekorasinya dibuat Instagrammable.
Yang menarik, banyak tenant-nya adalah usaha rintisan mahasiswa UI sendiri. Jadi, selain makan enak, kamu juga bisa mendukung teman-teman yang sedang berwirausaha. Ini membuat tempat ini punya nilai sosial yang kuat—seperti laboratorium wirausaha langsung bagi mahasiswa.
Secara atmosfer, Taman Kuliner Kukusan memberikan pengalaman “jajan pinggir jalan” tapi dengan rasa aman, nyaman, dan bersih. Harganya sangat variatif, mulai dari Rp10.000–30.000, dan cocok untuk semua kalangan.
5. Bakmie Golek Margonda: Klasik, Legendaris, Tapi Tetap Relevan
Meski bukan pemain baru, Bakmie Golek di Jalan Margonda tetap jadi tempat andalan untuk makan rame-rame. Tempatnya luas, nyaman, dan cocok untuk acara bareng organisasi, komunitas, bahkan reuni kecil. Menu bakmienya legendaris, tapi tersedia juga menu lain seperti nasi goreng, ayam lada hitam, dan capcay.
Yang menarik, Bakmie Golek tetap bertahan di tengah gempuran tempat makan kekinian dengan tetap menjaga rasa, porsi besar, dan pelayanan cepat. Suasana semi-restoran dengan harga warung bikin tempat ini cocok untuk yang butuh makan kenyang tanpa ribet urusan suasana.
Dari sisi branding, Bakmie Golek menunjukkan bahwa “yang klasik belum tentu ketinggalan zaman”. Dengan konsistensi rasa dan pelayanan, tempat ini tetap relevan di hati mahasiswa hingga saat ini.
Makan Enak di Sekitar UI, Lebih dari Sekadar Isi Perut
Kalau kamu pikir tempat makan di sekitar UI cuma soal kenyang dan murah, sekarang saatnya berpikir ulang. Ada banyak rumah makan unik yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar makanan. Mulai dari suasana tropis, nilai budaya, sampai komunitas kreatif—semuanya hadir dalam bentuk yang relatable dan terjangkau untuk mahasiswa.
Jadi, daripada terus-terusan makan di tempat yang sama, yuk eksplorasi rumah makan unik di sekitar kampus UI Depok! Siapa tahu, kamu bukan cuma nemu tempat favorit baru, tapi juga inspirasi segar buat skripsi, konten, atau bisnis.
Sudah siap menjelajah rasa dan suasana di sekitar UI? Ajak temanmu, dan temukan spot kuliner baru yang bisa jadi tempat andalan kamu mulai sekarang!





