Behel gigi, atau dalam istilah medis disebut kawat ortodontik, sudah menjadi tren yang tak hanya bertujuan untuk kesehatan gigi, tetapi juga penampilan. Banyak orang memasang behel untuk memperbaiki struktur gigi yang kurang rapi menurut penelitian dari www.hammerit.net namun ada juga yang hanya menggunakannya demi estetika. Pertanyaannya, apakah benar pasang behel itu penting? Dan bagaimana cara memasangnya agar aman serta mendapatkan hasil maksimal?
Di era sekarang, semakin banyak klinik gigi dan layanan kecantikan yang menawarkan pemasangan behel dengan berbagai harga dan jenis. Sayangnya, tidak semua orang memahami bahwa pemasangan behel gigi bukan sekadar soal gaya, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan gigi dan rahang. Jika dilakukan sembarangan, bukan tidak mungkin behel justru merusak susunan gigi dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam fakta seputar pemasangan behel, siapa yang benar-benar membutuhkannya, serta tips penting sebelum dan sesudah pemasangan agar kamu tidak salah langkah.
1. Apakah Behel Gigi Memang Diperlukan?
Sebelum buru-buru memasang behel, penting untuk memahami apakah kamu benar-benar membutuhkannya atau tidak. Behel gigi bukan hanya soal estetika, tetapi juga digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan gigi, seperti:
- Maloklusi (gigitan tidak sejajar), seperti overbite atau underbite.
- Gigi berjejal atau terlalu rapat sehingga sulit dibersihkan.
- Gigi renggang yang bisa menyebabkan penumpukan plak di sela-sela gigi.
- Masalah rahang akibat susunan gigi yang tidak harmonis.
Jika kamu mengalami salah satu masalah di atas, konsultasi dengan dokter gigi spesialis ortodonti sangat disarankan sebelum memutuskan pemasangan behel.
Namun, jika gigi kamu sudah rapi dan tidak ada masalah medis yang signifikan, penggunaan behel hanya untuk gaya bisa menjadi keputusan yang kurang bijak. Sebab, penggunaan behel yang tidak perlu bisa menyebabkan efek samping seperti sakit gigi kronis atau bahkan pergeseran struktur rahang yang tidak diinginkan.
2. Jenis-Jenis Behel Gigi yang Perlu Kamu Ketahui
Saat ini, ada beberapa jenis behel yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan budget:
a. Behel Metal (Konvensional)
Jenis behel ini paling umum digunakan dan terbuat dari kawat baja tahan karat. Meskipun cukup mencolok, behel metal efektif dalam memperbaiki berbagai masalah gigi dan memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding jenis lainnya.
b. Behel Keramik
Behel ini memiliki warna yang lebih menyerupai gigi asli, sehingga lebih estetis dibanding behel metal. Namun, karena bahan keramik lebih rapuh, behel ini lebih mudah pecah dan perawatannya lebih mahal.
c. Behel Lingual
Dipasang di bagian belakang gigi sehingga tidak terlihat dari luar. Meski lebih estetis, behel lingual kurang nyaman bagi sebagian orang dan membutuhkan waktu adaptasi lebih lama.
d. Behel Invisalign (Clear Aligner)
Berbentuk transparan dan bisa dilepas-pasang, Invisalign menjadi pilihan bagi mereka yang ingin merapikan gigi tanpa terlihat menggunakan behel. Namun, jenis ini hanya cocok untuk kasus perataan gigi ringan hingga sedang, serta memiliki harga yang jauh lebih mahal.
Setiap jenis behel memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka dari itu, pemilihan behel harus disesuaikan dengan kebutuhan dan rekomendasi dokter ortodonti.
3. Tips Sebelum Memasang Behel: Jangan Asal Pilih!
Jika kamu sudah yakin ingin memasang behel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar prosesnya berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
a. Konsultasi ke Dokter Gigi Spesialis Ortodonti
Hindari pemasangan behel di tempat yang tidak memiliki dokter gigi spesialis ortodonti. Banyak klinik abal-abal yang menawarkan behel murah, tetapi tanpa pengawasan tenaga medis yang kompeten. Ini bisa berbahaya bagi kesehatan gigi dan rahangmu.
b. Periksa Kesehatan Gigi Terlebih Dahulu
Sebelum pemasangan behel, pastikan gigimu dalam kondisi sehat. Jika ada karies (gigi berlubang) atau masalah gusi, sebaiknya ditangani lebih dulu sebelum pemasangan.
c. Pilih Jenis Behel yang Sesuai
Setiap jenis behel memiliki kelebihan dan kekurangan. Pastikan kamu memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan budget.
d. Siapkan Mental dan Budget
Menggunakan behel bukan hanya soal pemasangan, tetapi juga perawatan rutin selama beberapa tahun. Pastikan kamu siap menghadapi rasa tidak nyaman di awal, serta biaya kontrol rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan.
4. Tips Perawatan Behel Agar Hasil Maksimal
Setelah behel terpasang, perawatan yang baik sangat penting agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan masalah baru. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Jaga Kebersihan Gigi dan Behel
Behel dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan, yang jika tidak dibersihkan dengan baik bisa menyebabkan plak dan gigi berlubang. Gunakan sikat gigi khusus untuk behel dan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi.
b. Hindari Makanan Keras dan Lengket
Makanan seperti permen karet, karamel, dan kacang-kacangan bisa membuat kawat behel patah atau terlepas.
c. Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
Biasanya, pasien behel harus kontrol setiap 4-6 minggu sekali untuk penyesuaian kawat. Jika tidak rutin kontrol, proses perataan gigi bisa menjadi lebih lama atau bahkan mengalami komplikasi.
d. Gunakan Retainer Setelah Behel Dilepas
Setelah behel dilepas, biasanya dokter akan menyarankan penggunaan retainer agar posisi gigi tetap stabil dan tidak kembali ke susunan awal. Jangan abaikan penggunaan retainer jika ingin hasil behel bertahan lama!
5. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Behel
Banyak orang yang tidak sadar melakukan kesalahan saat menggunakan behel. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari adalah:
- Memasang behel di tempat ilegal – Behel kosmetik yang dijual bebas tanpa pengawasan dokter bisa merusak gigi permanen.
- Menggunakan behel tanpa alasan medis yang jelas – Jika gigi sudah rapi, pemasangan behel hanya akan membuang uang dan berisiko menimbulkan masalah baru.
- Tidak menjaga kebersihan mulut – Plak dan sisa makanan yang menumpuk bisa menyebabkan bau mulut dan gigi berlubang.
- Tidak mengikuti kontrol rutin – Proses perawatan bisa menjadi lebih lama dan tidak efektif jika jarang kontrol ke dokter.
Kesimpulan: Haruskah Pasang Behel?
Pemasangan behel bukan sekadar tren, tetapi memiliki tujuan medis yang penting. Jika gigi kamu mengalami maloklusi atau masalah lain yang mempengaruhi fungsi mulut, maka behel bisa menjadi solusi yang tepat. Namun, jika hanya sekadar ingin mengikuti tren tanpa alasan yang jelas, lebih baik pikirkan ulang.






